Warung Bebas
Showing posts with label Ternyata Cinta. Show all posts
Showing posts with label Ternyata Cinta. Show all posts

Friday, 16 September 2011

Aneh

Putus dari Gio ternyata ngga seburuk yang aku bayangin. Mungkin di awal aku sedikit susah buat ngelupain Gio yang cukup punya arti buat aku tapi Devara selalu ada buat ngusir sedih yang aku rasain. Devara selalu siap kapanpun aku butuh dia. Kalau mau tanya soal aku, Dev adalah orang yang paling tepat buat di tanyain dan gitu juga sebaliknya. Ngga sedikit yang ngira aku sama Devara pacaran, tapi kami selalu nyangkal. Devara selalu bilang aku adiknya dan aku juga selalu bilang Devara itu kakak cowok ketemu gedenya aku.
Hari ini party class E-one, party class ini udah kayak ritual wajibnya E-one tiap selesai final test. Party class kali ini kami bakalan nonton film 'Beverly Hills Chihuahua' oh udah pasti nontonnya di kelas dong. Kursi-kursi di kelas udah tersusun rapi waktu aku sama Devara dateng. Seperti biasanya aku dan Devara duduk sebelahan. Lampu ruang kelas dimatikan, kalau kata boby sih biar rasanya 11:12 sama bioskop, hahaha.
Waktu semuanya lagi asik nonton, tiba-tiba aja Devara genggam tangan aku. Aneh. Aku ngerasa ada yang beda, selain karna Devara ngga biasanya kayak gini, aku sendiri juga dengan ngga biasanya ngerasa kaya ada listrik yang ngalir. Aku kaget. Rasanya beda banget dari sebelumnya. Aku pura-pura ngambil hp buat narik tanganku dari Devara, ini terlalu… awkward. Sampai filmnya selesai, aku masih canggung sampai aku ngga bisa ngomong. Aku diam.
"Hoy jelek, pulang yuk!"
"hah? eh, iya. Tunggu dev!"
Di mobil aku ngga begitu banyak bicara sama Dev. Aku masih ngerasa aneh. Beda banget sama Dev yang aku lihat biasa aja, Dev cerita panjang lebar sampai dia ngga nyadar sama perubahan sikap aku.
Entah perasaan jenis apa yang aku rasain tadi waktu Devara megang tangan aku. Aku belum tau dan ngga akan berusaha cari tau…


~ (oleh @rahcara)

Thursday, 15 September 2011

Putus

Ngga kerasa udah akhir tahun aja, aku sama Devara makin deket. Devara cerita soal banyak hal ke aku dan gitu juga sebaliknya. Bukan cuma itu, Devara juga sering main ke rumah sampai-sampai dia jadi deket juga sama mama. Itu semua berbanding terbalik sama hubunganku dengan Gio.
Devara akhirnya sempat jadian sama Tania, tapi cuma seumur jagung karena Tania harus pindah ke USA dan Dev ngaku ngga sanggup LDR antar benua. Ngga lama setelah itu Dev udah punya pacar lagi, dia bilang itu sekedar pelariannya aja. Aku marah waktu dengar Dev ngomong gitu dan akhirnya Dev jujur sama si pelarian dan mereka putus, Ugh! dasar cowok.
Ngomong-ngomong soal cowo, dua bulan belakangan ini komunikasi antara aku sama Gio makin ngga jelas, ntah kenapa aku punya firasat Gio selingkuh. Untuk ukuran seorang pacar, Gio memang udah ngga seharusnya lagi dipertahanin. Jangan dikira aku ngga pernah minta dia untuk pisah, tapi setiap kali aku minta pisah sama dia, dia selalu ngga mau dan janji buat berubah. Bella sahabatku selalu heran dan kesal sendiri setiap aku kasih Gio kesempatan, Devara yang juga aku ceritain soal ini malah sampai bosan dan selalu nyuruh aku untuk putus. Sampai akhirnya Gio yang telfon aku untuk minta putus.
"Ra, aku bisa minta waktu kamu sebentar ngga? Ada yang mau aku bilang."
"Bisa kok sayang, kamu mau ngomong apa? Kok aneh gitu sih?"
"Ra, aku rasa hubungan kita udah ngga bisa diterusin lagi. Maafin aku tapi aku ngga bisa."
"Kamu mau kita putus, maksudnya? Kenapa Gi?"
"Karna kamu terlalu baik buat aku, Ra. Dan aku ngga sanggup lagi."
"Kenapa? Apa ada orang lain, Gi?"
"Maafin aku, Ra."
"Apa kamu udah ada yang lain, Gi?"
"Iya, Ra. Aku mohon kamu maafin aku ya."
"Sejak kapan?"
"Maafin aku, Ra. Maafin.."
"Aku tanya ke kamu sejak kapan, Gi?!"
"Dua bulan yang lalu…"
"Oke. Makasih ya, Gi. Buat selama ini, buat semuanya. Jangan sakitin orang itu kayak kamu nyakitin aku sekarang. Sakit, Gi."
"Ra, maafin aku.."
"Iya, aku maafin." Telfon Gio aku tutup gitu aja dan aku langsung telfon Devara buat ke rumah. Aku nangis sesenggukan di bahu Dev. Dev diam, ngga ngomong apapun sampai aku selesai cerita. Sekilas aku lihat tangan Dev mengepal. Aku tau dia nahan marah ke Gio. Dan aku tahu, ada di dekat Dev selalu bikin aku ngerasa aman…



~ (oleh @rahcara)