Warung Bebas
Showing posts with label I Think I'm in Love. Show all posts
Showing posts with label I Think I'm in Love. Show all posts

Wednesday, 21 September 2011

I Think I'm in Love #8

Semenjak hari itu, aku dan dia selalu bersama. Maklumlah yang baru jadian, semoga langgeng.

Hal yang paling aku tunggu disetiap harinya adalah, berada di jalan pulang ke rumah. Itu adalah hal yang paling sangat menyenangkan. Disaat seharian aku berkutat dengan sejumlah matakuliah yang sedikit menjenuhkan, senior-senior yang kadang menyebalkan, junior-junior yang kadang mencari perhatian, dan teman seangkatan yang kadang mencari gara-gara, yaa kata pulang sangat lah menyenangkan.

Sebenarnya itu bukan intinya. Intinya adalah di jalan pulang ketika bersamanya. Hehehe.

Hmm, lampu merah yang begitu lama, banyaknya kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan, yang konon bisa membuat orang naik darah kini beralih menjadi hal yang paling menyenangkan. Kenapa ? yaa karena hal itulah yang membuat perjalananku dan DIA semakin lama, dan semakin lama pula aku bersamanya. Semakin lama mencium aroma tubuhnya, semakin lama melihat ekspresi wajahnya ketika dia mengendarai.

Dua kaca spion ini, ternyata multifungsi juga ya ? selain menghindari kecelakan, juga bisa digunakan untuk melihat wajahnya yang jelek, ekspresi-ekspresi nya yang konyol, namun aku suka melihatnya. Kadang aku tersipu malu, ketika mata kami saling bertautan, yaa tepat di kaca spion itu, dan kami pun tersenyum bersama. Itu benar-benar hal yang konyol.

Namun, kadang aku tak menginginkan kaca spion itu tetap berada di tempatnya, ketika aku benar-benar tengah rindu padanya, atau ketika aku marah, terlebih ketika aku menangis. Spion itu benar-benar merekam dengan jelas ekspresi-ekspresiku. Dia bisa melihat dengan jelas raut wajahku, itu membuatku agak malu. Dia akan benar-benar menertawaiku ketika melihatku dengan ekspresi konyol di spion itu.
Yaa, rumahku tinggal 100 meter lagi. Kata-kata yang sering terucap adalah "ya, sudah mau sampai". Seakan-akan tak ingin perjalan yang lumayan panjang itu berakhir. Padahal, hampir setiap hari kami melakukan ini. Lagi-lagi konyol. heheheh

Yap, sudah sampai di depan rumahku. Perjalan indah hari ini cukup sampai di sini. Dan lagi-lagi hal yang paling aku senangi dan tak pernah merasakan bosan adalah perkataan "kalau sudah sampai SMS ya, hati-hati dijalan" itu adalah wejangan andalan. Aku hampir mengucapkannya tiap hari, semoga dia tak bosan mendengarnya.  Dan hari ini ditutupi dengan senyum indahnya, membuat tidur malam ini jadi nyenyak. Dan itu akan terus berjalan seperti itu setiap harinya.


~ (oleh @dhaniramadhan)

Monday, 19 September 2011

I Think I'm in Love #7

Apa ini yang dibilang nekat ? tentu tidak, ini cinta yang tak terbendung. Hahaha, agak ekstrem penggunaan katanya. Hari ini, kita sepakat untuk bertemu, membicarakan sesuatu, bisa dibilang bicara tentang masa depan. Mau dibawa keman hubungan ini.

Di mengatakan padaku, dia mencintaiku, bahkan sejak dulu, mungkin berbarengan ketika akupun mulai menyukainya. Namun sesuatu hal dan lain-lain, sehingga ceritanya berputar-putar, barulah ke inti, agak sedikit bingung kan ?. Aku, perasaanku kepadanya, tidak perlu lagi kuungkapkan, dia terlalu bodoh untuk tidak menhetahuinya.

Kesepakatanpun terjadi, kisah cinta dimulai dari sekarang. Huaaaa,, I'm really-really fall in love with him.

Tapi, mengapa langit itu terlihat murung ? tidak kah iah berniat cerah, secerah hatiku?

Tiba-tiba….
Tik, tik, tik,
Cess, cess, cess.
Hujan.

Hujan sepertinya tak mau ketinggalan untuk merayakan. Ahh, I'm in love to you too.

***
Aku diam-diam mencintai Hujan, dan mengklaim diriku sebagai kekasih hujan.  Kau tahu ? Hujan adalah kekasih yang sangat setia, seberapa  lamanya pun kau menunggunya, ia akan tetap datang, pasti datang !.
Meskipun ia tak menjumpaiku setiap hari, yakinlah ia akan merindukanku. Pada suatu musim, ia akan menghampiriku hampir setiap saat, dari situlah aku tahu betapa merindunya ia padaku.

Kadang, setelah ia pergi ia tetap membuatku bahagia atas kepergiannya. Karena ia menitipkan sesuatu yang indah, kau tahu ? ya pelangi. Haah aku benar-benar jatuh cinta padanya.

Sepertinya ia ingin bertemu hari ini. Hari ini aku akan bertemu dengannya, dengan Hujan. Ia mengirimkan bahasa tubuhnya yang benar-benar sudah ku hafal diluar kepalaku. Ya, ia selalu menggunakan bahasa tubuhnya itu jika ia rindu  padaku dan ingin bertemu denganku, walau kadang-kadang ia tak menampakkannya hanya untuk membuatku terkejut akan kedatangannya.

Awan menghitam, angin bertiup kencang. Hari ini terlihat jelas ia sangat rindu padaku. Ya, ia sedang menuju kesini, sebentar lagi aku bertemu dengannya.

Suaranya yang menghantam bumi membuat hatiku tenang layaknya mendengarkan sebuah instrument yang merdu. Wanginya yang menyatu dengan tanah, hmmm membuatku nyaman layaknya mencium aroma terapi.

Tapi heran !!

Mengapa justru kebanyakan orang membencinya ? cobalah sedikit memahami dan mengerti ia dari sudut yang lain, sudut yang lebih positif dan kau akan mencintainya seperti aku mencintainya.

Kali ini, hujan turun dengan sangat tepatnya, semakin memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Terimakasih telah menjadi saksi pada momen yang dulunya kumimpikan ini.

Kadang aku lebih mencintai ia (Hujan) dibanding lelaki yang ada disampingku ini. Karena kenapa ? karena ia membantuku untuk lebih dekat dengan lelaki ini, memberikan cerita indah dengan lelaki ini, bahkan ia menahan lelaki ini untuk lebih lama tinggal disampingku karena terjebak dirinya (hujan) sendiri.


~ (Oleh: @dhaniramadhan)

Sunday, 18 September 2011

I Think I'm in Love #6

Sekedar memandanginya dari  jauh saja, sudah membuat hatiku bahagia. Bisa tahu namanya dan dekat dengannya sudah membuat pipiku merah. Mengobrol dengannya, buat aku sesak saking bahagia. Tahu dia punya rasa yang sama, ohh Tuhan, aku tak bisa berkata-kata lagi.

Dia benar-benar sudah single, dia menyukaiku, akupun demikian. Namun terkadang, orang-orang disekitarmu tak perduli dengan apa yang kau rasakan, mereka hanya percaya pada apa yang mereka dengar dan mereka lihat. Padahal, belum tentu yang kita dengar itu selalu benar, dan apa yang kita lihat begitu adanya, ada kalanya yang terselubung itulah yang benar. Hehehe. Aku hanya meyakinkan diriku sendiri, tak ada yang bisa meyakinkanku saat ini, benar-benar kacau.

Berasa jadi selebriti ditengah-tengah orang ini. Lihat saja, mereka melihatku sedemikian rupa, seolah-olah aku tengah melakukan tindakan kriminal yang begitu kejam. Sebegitu populernyakah sang senior ini ? sampai berita sekecil upil tentangnya langsung tersebar, dan ini bukan berita baik untuk kepopuleran.

Tiba-tiba semua orang membenciku, bahkan orang terdekatku sekalipun, heran. Mereka semua telah memvonis aku telah merebut si senior itu dari kekasihnya. Sungguh diatas kesungguhan, aku tak bermodalkan apa-apa tuk menarik perhatiannya. Mereka benar-benar tak peka, merasakan apa yang tengah kurasakan, aku hanya membela hatiku, hati tak pernah bohong.

Hal ini benar-benar membuatku terpukul. Tak tahu ingin menyalahkan siapa. Akupun tak tahu aku benar-benar bersalah atau tidak.  Dikucilkan, sangat tidak berharap seperti ini, untuk sesuatu kesalahan yang tak kulakukan.
Sesampai di rumah. Aku membuka pintu kamarku, membuang tubuhku ke kasur gabusku, kasur empukku, dengan gaya tengkurap aku menutup kepalaku dengan bantal. Hiks..hiks..hiks, tak lama suara tangisanku pun keluar-walau samar terdengar karena tertutupi bantal- bersamaan dengan keluarnya air mataku. Gaya ini benar-benar mirip di sinetron. Tapi sumpah, gaya menangis seperti ini membawa rasa tersendiri.

Yaa, aku tengah bersedih, aku tengah menangis. Baru saja aku mengalami patah hati, aku benar-benar luka disini (hati.red). Hampir 60 menit aku membiarkan air mataku berjatuhan, memaki-maki sendiri, bicara sendiri, dan hal konyol lainnya.

Tissue.. tissue, tissue.

Kubiarkan saja tissue yang berisi 500 sheet yang baru saja ku beli itu habis. Kasur gabusku jadi bersepreykan tissue.

Aku pernah bertanya pada seseorang, "apakah air mata itu isinya hanya kesedihan ?" dia tidak menjawab iya atau tidak, tapi dia menjawab  "air mata itu keluar bersama dengan kesedihan sehingga yang tertinggal nantinya adalah rasa bahagia.

Jadi, jangan malu untuk menangis. Aku menangis bukan karena aku cengeng.  Menangis itu sangat diperlukan, jika kau ingin bahagia, buanglah sedihmu, keluarkan air matamu. Menangislah, karena itu memang perlu.

60 menit berlalu, aku menuju ke sudut kamarku. Mataku terasa perih, hidungku mampet, pipiku terasa panas. Sepertinya ini tanda-tanda perginya kesedihan itu. Semacam efek samping. Aku berhenti terpaku didepan sebuah lukisan. Sebuah lukisan gadis jelek, matanya sipit, hidungnya mekar, bibirnya manyun. Tak sedap dipandang !.

Aku mendekatkan wajahku kearah lukisan itu, hendak memperhatikannya dengan seksama. Tiba-tiba aku terlonjak kaget, gadis yang ada dilukisan itu ikut bergerak mendekat kepadaku. Sepertinya dia juga penasaran ingin melihatku. Ya ampun .. !!!!. itu cerminku !.

Ya, lukisan yang kumaksud adalah diriku, aku bahkan lupa kalau aku menaruh cermin dibagian sudut kamarku. Hahahah, aku pun mulai tertawa terbahak-bahak.
Ternyata terlalu lama, terlalu banyak membuang kesedihan itu juga tak baik yah ?. biarkanlah kesedihan sedikit bersemayam di hatimu, agar nantinya dengan adanya kesedihan kau akan lebih mengenal dan merasakan apa itu kebahagiaan.

Sambil melototi wajahku dicermin aku berkata pada diriku yang lain, yang berada dicermin itu.

"Hei gadis manis, berhentilah menangis, itu hanya akan membuat matamu menjadi semakin sipit, hidungmu semakin mekar, dan bibirmu bertambah manyun. Tersenyumlah, karena kesedihan itu juga adalah bahagia yang tertunda"


~ (Oleh: @dhaniramadhan)

Thursday, 15 September 2011

I Think I'm in Love #4

Semenjak hari itu, hari-hari ku sedikit berubah. Berubah lebih bahagia, bisa dibilang iya, tak bahagia juga bisa dibilang iya. Aku dan dia-si senior dan pemilik nama itu- semakin dekat saja. Yah, inilah yang sangat kuharapkan dari dulu. Tapi, dia masih ada yang memiliki. Ooh, ini sungguh tidak benar, mari kita menghentikan cara ini, sedikit menghindar, dan biarkan rasa ini, seperti sebelumnya. Mencintai dalam diam.

Aku baru saja membaca komik kesayanganku Detective Conan seri 62. Isinya mengingatkanku pada kisahku sendiri.

"Kekaguman lebih baik hanya tetap sebagai kekaguman, kalau terlalu dekat bisa seperti ikarus* yang jatuh ke bumi. Karena sayapnya terbakar matahari, bencana bisa menimpa kita."

Yaa, sebelum aku seperti ikarus itu, lebih baik hentikan hubungan yang sedikit konyol ini, meski hati tak mampu. Tak ingin menyakiti hati perempuan, karena akupun perempuan, namun aku juga ingin merasakan cinta, cintanya.

Sedikit mirip dengan lagu Girl Band yang baru Cherry Belle.

Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa di dadaku
Ingin aku memiliki

Tuhan tolong
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku lakukan
Hatiku bimbang jadi tak menentu

Bukan maksud diriku melukai hatimu
Namun aku juga wanita yang ingin merasakan cinta

***
Hari semakin larut, namun mata tak ingin terkatup. Perasaan ini sungguh mengganggu dan menyiksa. Tiba-tiba ponselku berdering. Pesan masuk.

From : Prince Charming

Tidakkah roh udara masih menyampaikan nafasku
Tidakkah kelihatan tali antara jiwa untuk meneruskan ratapan kekasih yang sakit rindu ?
Sebuah momentum ketika kusentuh tanganmu terasa getaran hebat yang mengalir
Terasa tamparan keras telah membangunkanku dalam tidurku
Saat ini kegelapan telah merangkulku dan menghijab diriku
Kau membawakanku setitik cahaya tapi ku masih belum meraihnya
Betapa diri ini tak mampu meraihnya


Tanganku bergetar membacanya. Aku tahu, aku tahu maksudnya, dia mengirimi pesan ini, dia pun merasakan hal yang sama denganku. Ingin memiliki namun tak bisa.

Ponselku bergetar lagi.

From : Prince Charming
Keterpurukanku dalam diamku tanpa sadar
Membuatku makin menantikan wajah hadirmu
Makin lama makin menghujam sanubariku
Tuk kesekian kalinya kusampaikan kepada angin
Yang mengehembuskan suara yang bergulir di sisimu
Tak kah kau dengar itu ?

Lagi-lagi, aku tak dapat berkata apa-apa setelah membacanya.
Untuk ketiga kalinya ponselku berdering, masih darinya.

From : Prince Charming
Entah kemana rasa ini mesti kuadukan
Kuterbangkan bersama angin atau
Kukubur hingga berkalang tanah ???

Ohh Tuhan, air mataku tumpah bagaikan air terjun. Tak dapat kubendung. Aku tahu jawabannya, jawabannya harus di kubur berkalang tanah, tapi tanganku kaku untuk membalas  pesannya, karena aku tahu aku tak menginginkannya. Tapi apa yang mesti aku lakukan ?

*ikarus =  si tokoh mitologi Yunani, kisah seorang anak muda yang terbang dan tak sampai


- (Oleh: @dhaniramadhani - http://siiqueendee.blogspot.com)