Wednesday, 12 October 2011

Chemistry: 18 (the End)

How's life? (Epilog part 2 : The End)L E A HPerutku  sudah semakin membesar. Membulat. Aku sendiri yakin bahwa  tak bakalan bisa berjalan jauh. Berbalut long coat selutut dan sepatu boot, kuputuskan untuk berjalan menyusuri trotoar kota Hamburg. Musim gugur. Tapi, cuaca sudah tak menentu. Tak baik bagi kandunganku yang telah menginjak bulan kedelapan.Pagi ini, jalanan lengang. Tak banyak orang melintasi trotoar sepagi ini. Tapi, buatku...

#30: Epilog (pt 2) #Tamat

Adrian H. Choi tidak memberiku kabar selama tiga bulan terakhir.Well, di tiga bulan pertama, hubungan kami baik-baik saja. Dia sering mengabariku lewat email dan meneleponku di akhir pekan. Bahkan, satu minggu sebelum aku pulang ke Indonesia, dia sengaja datang ke New York untuk menemaniku.Tapi, setelah itu..."AW—Oke! Tenang!" Adrian menahan tanganku yang semakin membabi buta memukuli pundaknya dengan buket bunga. "Nanti buketnya rusak—""KAMU LEBIH...

Sebuah Pelajaran Yang Berharga #Tamat

Dua bulan Aku menjalin kasih dengan Winda. Sungguh Aku masih belum menyangka karena bisa mendapatkan dan menjalin kasih dengan wanita tercantik di kampusku. Sejauh ini hubunganku dengannya baik-baik saja walaupun ada batu-batu kecil yang menghalangi di perjalanan cintaku dengan Winda. Banyak rintangan yang menerjang hubungan kami berdua. Tapi bagiku, apapun rintangannya yang menerjang hubunganku dengan Winda tetap Aku dengan tenang dan...

Tuesday, 11 October 2011

Chemistry: 17

How's life? (Epilog part 1) L E A H Hidup di luar negeri dengan cara backpacker memang tak semudah yang dibayangkan. Aku rindu semuanya. Surabaya dan semuanya. Sudah waktunya aku settle down. Pekerjaan yang aman yang tetap memungkinkan aku travelling. F E R D I Apa kabarnya Leah yah? Semoga dia tetap bahagia. Meski berjauhan dengan Adrian. Aku yakin dia sih tersiksa tanpa blackberry nya. Sepatu Loubutin nya. Make-up Mac yang selalu nempel di tiap...

Awal Perjalanan Manis Kisah Cintaku

Kisah perjalanan untuk mendekati Winda pun berlanjut lewat messenger. Entah kenapa dia merasa senang jika Aku berada di dekatnya. Saat itu Aku belum merasakan hal yang aneh, yang Aku rasakan hanyalah sebuah pikiran positif bahwa Winda mau menerimaku sebagai kekasihnya. Ya semenjak dia memenangkan perlombaan kontes menulis di kampusku, Aku merasa semakin lebih dekat dengannya begitupun dengan Winda kepadaku (pikirku begitu). Aku sudah melakukan...

Monday, 10 October 2011

#29: Epilog (pt 2)

"Pokoknya, buket bunga mawar ini—" Helen mengacungkannya padaku "—HARUS jatuh ke tangan KAMU!" Nerva, sambil mengelus perutnya yang semakin membuncit, tertawa lepas."Siap-siap juga dengan pertanyaan 'kapan nyusul?'. And hence you don't bring your boyfriend, you'll need to explain his existence!""Sebenernya yang nikah siapa, sih?" keluhku. "Kok malah aku yang tertekan?"Yeah, finally, Helen's wedding party!Setelah lima tahun yang panjang dan melelahkan,...

Sunday, 9 October 2011

#28: Enchanted

So, I've been thinking latelyThat I should grow up, maybe start to show up on timeBut, let's be real, babyIt's not the way that we work, so why waste the sunshine?(Starlight – Tonight Alive)Pesan yang Adrian sampaikan hanya jadwal keberangkatannya di JFK Airport pukul sepuluh lewat 12 menit. Namun, saat aku menelepon, ponselnya malah tidak diaktifkan. Wow, kami ternyata orang-orang yang senang bersikap dramatis!Cuaca mulai hangat hari ini, jadi kuputuskan...